Kenapa Harus Investasi dan Bagaimana Simulasi Keuntungannya?

  • Whatsapp

Warren Buffett masuk ke dalam jajaran orang terkaya ke-4 menurut Forbes dengan total kekayaan mencapai US$ 93,2 miliar atau sekitar Rp 13.079 triliun. Untuk berada di posisi ke-4 tersebut, Buffett diketahui sudah mengetahui cara investasi sejak masih berusia 11 tahun.

Tak hanya Buffett, banyak juga miliarder yang berhasil meraih kekayaannya lewat investasi. Soalnya, keuntungan yang didapatkan dari investasi bisa membuat kekayaan kamu semakin bertambah.

Akan tetapi, investasi juga dikenal dengan risikonya. Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi di salah satu instrumen, pentingnya kamu belajar investasi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Nah, buat kamu yang tertarik ingin mengetahui cara investasi terbaik untuk masa depan yang tepat, sebaiknya pahami terlebih dahulu yuk pengertian investasi hingga simulasi perhitungan keuntungannya. Langsung simak ulasannya di bawah ini.

Kenapa harus investasi?

Investasi terbaik memang sebaiknya sudah dilakukan sejak dini. Sayangnya, tak sedikit orang yang enggan terjun berinvestasi karena beranggapan kalau investasi itu hanya diperuntukkan buat orang-orang berduit saja.

Padahal banyak sekali jenis instrumen investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil. Bahkan, ada beberapa efek yang menawarkan modal minim yaitu dengan hanya mengeluarkan beberapa puluh ribu rupiah saja.

Salah satunya adalah investasi emas atau lebih tepatnya tabungan emas. Seperti yang diketahui kalau kamu sudah bisa berinvestasi emas dengan membeli minimal 0,01 gram emas. Jika harga emas per gramnya sebesar Rp 1 juta, kamu hanya perlu mengeluarkan uang Rp 10 ribu untuk memulai berinvestasi.

Meski begitu kamu tak perlu berkecil hati karena tidak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk dalam hal belajar investasi. Buat kamu para pemula yang baru ingin terjun ke dunia investasi, kamu bisa memulai dengan menanamkan modal di instrumen efek yang serba minim yaitu minim risiko dan juga minim modal.

Tujuannya yakni untuk meminimalisir kerugian yang akan kamu tanggung. Saat berinvestasi, kamu juga bisa sembari mempelajari cara kerja instrumen efek tempat kamu menanamkan modal untuk meraup keuntungan yang lebih maksimal.

Soalnya, prinsip investasi adalah semakin besar modal yang digelontorkan, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan. Dengan begitu kamu bisa menambahkan dana investasi kamu secara berkala dan meminimalisir kerugian dengan menerapkan strategi investasi, salah satu yaitu dengan melakukan diversifikasi investasi yakni menempatkan dana di beberapa instrumen investasi.

Simulasi perhitungan keuntungan

Agar kamu lebih yakin dan bersemangat menanamkan kekayaan kamu di pasar modal. Berikut simulasi perhitungan keuntungan yang akan kamu peroleh. Kita ambil contoh reksadana pasar uang ya.

Jika kamu seorang pekerja berpenghasilan Rp 10 juta perbulan. Berapa nominal uang yang harus kamu keluarkan untuk berinvestasi?

Menurut seorang pakar keuangan di salh satu perusahaan fintech di indonesia idealnya kamu membagi penghasilan kamu ke tiga pos keuangan. Yaitu 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 20 persen dialihkan ke investasi dan menabung dan 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup.

Maka, kamu disarankan untuk menyisihkan uang setiap bulan sebesar Rp 1 juta untuk investasi. Lalu, berapa keuntungan yang kamu dapatkan jika berinvestasi di pasar uang?

Seperti yang dilansir dari situs resmi Bareksa, kinerja reksadana pasar uang dalam kurun waktu satu tahun terakhir yaitu 2019 sebesar 8,69 persen yang dikelola oleh manajer investasi.

Rp 1 juta X 12 bulan = Rp 12 juta

Dengan modal Rp 12 juta per tahun, kamu mendapatkan keuntungan sebesar Rp 12 juta X 8,69 persen = Rp 1.042.800. Namun keuntungan tersebut belum dipotongan biaya manajer investasi sebesar Rp 50 ribu.

Maka, keuntungan bersih yang kamu dapatkan yakni sebesar Rp 1.042.800 – Rp 50 ribu = Rp 992.800.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *